Sastra


Cerpen ( Lubang Mematikan !!! )
karya : Ilmi Aulia Azhari


         Diceritakan di kampung Cilamu’uh ada tiga remaja yang telah bersahabat lamanya, mereka telah bersahabat dari brojoollll, terbukti pada saat berojoll mereka berpegangan erat enggan berpisah  bergotong royong mengangkut  ari-ari mereka dan berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan dan mengeksekusi tali ari-ari mereka masing-masing. Sampai saat ini Persahabatan mereka tetap bertahan walaupun pada kenyataannya dari ketiga remaja tersebut sama sekali tidak ada persamaan yang biasanya di kebanyakan sinetron Indonesia bertahannya sebuah sahabat adalah karena adanya persamaan, tapi berbeda dengan Gilar, Ima dan Triani . Mereka berbeda sekali baik dari segi karakter Gilar (merasa paling keren dan spesies ter.handsome sejagat raya), Imma( cerewet, pecicilan, smart), Triani ( kalem, dewasa), begitu juga Derajat Gilar (anak juragan ayam kampung), Imma (anak komplek elit Blok Z yg merupakan anak pengusaha batu bara), Triani ( anak dari pasangan penjual Jelly keliling), bahkan umur pun berbeda  dimana Gilar berumur 17 tahun, Imma 16 tahun dan Triani 18 tahun.
                                          ***
            07.45 WIB, Minggu 5 Januari 2015. Sesosok remaja perempuan mengenakan rok ¾ merah marun dibalut selingan pita di atas pinggang yang disambut dengan kemeja putih tulang dengan goresan abstrak merah berdiri di depan sebuah pintu rumah besar nan megah, panggil saja ia Triani, “ TOK ! TOK ! TOK!” Dengan lembut Triani mengetuk pintu gold besar berpahat burung merpati cantik rapi terukir di setiap sudut pintu, “ Raaaaaa !!”serunya,tidak lama kemudian muncul remaja perempuan mengenakan piama Taddy Bear dengan  rambut kriting mengembang berantakan bak tumpukan jerami tak berdaya, yapp Imma, Imma Amalia Triana Susanto namanya.  “heyyyy ! ada apa ? “ serunya sambil khusu menggali bongkahan emas di sudut-sudut matanya.
            “aku bosen dirumah, ga ada yang order Jelly Internasionalku  padahal  ibu sudah membuat 200 pack semalam, menyebalkan bukan “. Jelas Triani
         “so ?” nampaknya Imma belum sepenuhnya sadar dimana ia masih berada pada dunia kapuk yang sepertinya masih cukup empuk untuk dijadikan sandaran rambut keritingnya itu.
       “Arrrgghh..! “So?”, hanya itu ?, oooh please Imma aku ini temanmu dan bukan itu yang aku harapkan, mengertilah kau !”
       “oooh please Triani Agustini Nurjaman Al-Farizhy, terus aku harus ngapain ? order your Jelly Internasional and than memakannya tanpa sisa sehingga perutku kembung kaya ibu hamil lima belas bulan kurang setengah jam empat detik terusss———“
      “ Main !!! “ Triani memotong “Aku ingin refreshing Imma !, aku bosen dirumah dan aku ingin main ! ” tak sadar Triani telah melampiaskan kekesalannya itu dengan meremas-remas anggrek Nyonya Sarbo’ah.
      “Ok Tri, tapi please ! jangan kau rusak anggrek mamih ku itu !,asal kau tau  itu koleksi anggrek termahal yang dia miliki you understand !”. dengan kesal Imma bergegas memindahkan anggrek  Nyonya Sarbo’ah ke tepi sehingga tidak bisa dijangkau tangan kejam Triani lagi.
        “hehehehehe,, Piiiisssssss !,” Triani singai beringai nyerѐrѐngѐh01, sepertiga giginya muncul keluar dan nampaknya terdapat secarik daun singkong di sela-sela gigi serinya itu yang perlu di eksekusi menggunakan dongkrak Pentium 45.
       “oh my God Tri, aku mohon tutup mulutmu sekarang juga, aku jiji melihat something berwarna hijau di gigimu itu you know !
hhhppppp, Tri menutup mulutnya dan langsung berbalik membelakangi Imma, sepertinya ia sedang berzibaku memberantas noda hijau menjijikan itu. “hehehe, semalam aku makan Shushi dan———euuu maksudku dia masih nyangkut———Ok sudah bersih ! ^^ dan emmmh Imma jadi——maksudku kamu mau kan main bersamaku pagi ini ?” .
         “iiiyyyuuuqqhh… eemm maaf Triani bukannya aku——“
“Gilar ikut loh !”
       “Wah !!!, Ok Tri Please  tunggu sebentar dan aku akan kembali, setelah mengganti bajuku, memastikan tidak ada secarik mikroorganisme memalukan di gigi seriku dan——oh tidak hanya itu juga gigi gingsulku ya that right gigi gingsul eksotisku dan——sepertinya butuh seprocot Vitamin pelurus untuk poniku yang ——euh ya maksudku aku akan kembali secepatnya Tri dan——euh duduk manislah disamping anggrek mamihku,sepertinya besok dia akan pergi ke Plant Market Citapen”. Imma bergegas menuju kamarnya lari terpental-pental kegirangan.

                                                                               ***
       Pukul 09:25 WIB akhirnya Imma keluar dari markasnya mengenakan jumpsweet polkadot abu dengan cardigan seperempat pink seheab menyatu menjadi kombinasi warna yang sangat cantik, sepatu pink jaky chan bertaburan gliter-gliter silfer, poni berjejer sangat sangat sempurna sehingga dapat memanipulasi kenongnongannya, helaian rambut yang tak terikat di daerah pelipis menambah kesan manis pada dirinya ^^,  Ouch ! tapi tidak termasuk beberapa goresan bloshon merah menyala di pipinya -_-~
        “Tri ! Look at me ! :D” Imma berputar-putar di depan Triani layaknya penari safi gagal perform di balai desa.  “gimana ? AMAZING bukan penampilan ku ? hah ! hah ! :D”.
       “PANTASTIC tuan putriiiii ! ^^”. Tampak jelas tergambarkan seringai palsu di wajahnya. “OK Imm kita berangkat sekarang juga ! dan ga ada lagi eye liener, eye shadow, pembengkok bulu mata atau apalah itu dan——Gilar pasti ngamuk jika kita belum menemuinya sekarang, kamu ngertikan J”. Dengan halus namun menyakitkan Triani menarik tangan mulus Imma untuk mengikutinya.

Diperjalanan perbincangan kecil menyertai mereka.

        “kemana ?” Tanya Imma, sembari terus merapihkan poninya yang agak berantakan karena sempat terjungkal dampak keganasan Triani yang terus menarik tangannya .
        “Rohmatullah !” Triani terus berjalan dengan langkah yang sangat pasti layaknya seorang nenek yang akan mengambil gaji pensiunan.
        “ooohhh God !, I’m serious Triani Agustini Nurjaman Al-Fahrizy, U make me mad !”
“ooohhh God !, I’m serious Imma Amalia Triana Susantoooo , and I don’t care !  begitupun dengan serbuk-serbuk cabe di pipimu itu, itu terlihat menjijikan dan lebih menjijikan dari secarik sushi yang menempel di gigi seriku “
      “Trianiiiiiiii ! you burn me up !, dan aku tahu something berwarna hijau busuk menjijikan di gigi serimu itu adalah daun singkong, dan kalau sekarang kau tidak tutup mulut lihat saja semua anak  Cilamu’uh, Citapen, BBS, Cihampelas, BTJJ, Ciraden bahkan Cipongkor dan Gunung Halu-pun akan tahu jika kamu Daun Singkong Holic.
       “oh ! eu eu eu… OK Imm, aku tutup mulut”, terlihat wajah yang sangat mencekam pada dirinya.
"jadi kemana kita sekarang ?"
     "menjelajah mencari bengkuang"
"haaaaaah!?? kenapa kau tidak bilang sebelumnya, mungkin aku akan memakai kostum kebun,, dan——ooh lihat lah Tri aku memakai baju pesta, !"
      "tren masa depan :) hahahaha !!!"  
"ooohh Tri kenapa kau melakukan hal itu ?,,?"
      "sudahlah, Gilar pasti terpesona jungkir balik melihat kau mengenakan baju itu"
"oo ya?, hmmmm OK NO Problem :)" 

        Tibalah Imma dan Triani di pos komplek Nyingcet, terlihat laki-laki remaja tampan  mengenakan kemeja salur krem dengan lengan baju terlipat membentuk garis lurus 5cm sempurna dan rambut semi mohek mengkilat yang begitu eksotis ketika terhembus angin, ternyata ia adalah Gilar.
       “Pyuuhh ! Thanks God, akhirnya bidadari-bidadari Selokan Nyingcet datang juga, kalian tahu, kalian berdua membuat aku harus duduk memerhatikan semut-semut ini berjabat tangan sebannyak dua ratus lima puluh empat kali dan mereka melakukanya hampir lima lap, betapa menyebalkan kalian !”. bola mata coklatnya muncul keluar .
         “maaf Gi “. Tampak sekali wajah yang sangat menyesal dari Triani
“hehehehe… Sorry Sorry !, ada insiden yang tak terduga  di perjalanan Gi”. Senyumnya sangat lebar sekali bibirnya hampir betempuran dengan telinganya.
      “ooouuhh, bisakah kau mengendorkan senyuman buasmu itu !” Gilar menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
Triani terkikik dan betapa senangnya ia bak mendengar kabar sebagai pemenang dorfrice mie instan
       “euhh , Jadi sekarang kita kemana ?” Imma mengalihkan pembicaraan.
“Ikuti Raja ! “ dengan gagah Gilar melangkahkan kakinya bak pangeran Charles.
                                                               ***
       Sampailah mereka di sebuah kebun yang tak jauh dari komplek tempat Imma tinggal.
“hedeeeehh… I’m forget ga bawa jas hujan ceman ceman  “ keluh Imma.
      "For what ? sekarang ga hujan non ” alis kiri Gilar terangkat 60 derajat layaknya perosotan TK Al-Ikhlas.
        “Yes, I know, tapi disini banyak Aides Aidepty dan——aku benci mereka”.
“sudahlah Imm, daun pisang itu bisa melindungimu dari serangan Aides Aidepty. Bereskan ! sekarang kita mencari bengkuang ” Jelas Triani.

     “Guys ! coba lihat, itu sepertinya pohon bengkuang” Gilar bergegas lari menghampiri pohon bengkuang penemuannya, ia berusaha menggali tanah untuk mendapatkan bengkuang itu.” Heeeeeuuu ! Heeeeeuuu ! susah kaliiii kau “. Rambut mengkilatnya berubah kusam tertimpa debu-debu pada saat itu.
       “bisa ga gi ?” . Siti tidak begitu yakin dengan usaha Gilar
“sedang dalam prosessss, Heeeuuu ! Heeeuuu !”, tampaknya Gilar sudah kelelahan, aliran keringat menyambut perjuangannya itu, “ Guys aku nyerah ! ” , berbaring ditanah terdengar nafas dengan tempo yang cukup cepat.
      “payah kaaali kauu ! hiling ! hiling !” dengan angkkuh Imma memegang daun bengkuang dan menariknya dengan penuh keyakinan. “HIIIIAAAaaaattTTttt…!!! Hhmmm ngajak rebut kauu ya !” terlihat dibawah pohon pisang Triani dan Gilar tertawa terbahak bahak melihat gaya Imma, mirip sekali dengan kucing yang berusaha menangkap ikan di layar televise.
“semangat tuan putriiii !!! kwkwkwk” .pasukan kupu-kupu terus menyorakinya. 
Imma nampaknya sibuk mencari akal untuk bisa mendapatkan bengkuang didalam sana, tak disadari olehnya poni yang yang tertata seperti pagar gedung DPR kali ini berubah menjadi pagar yang diterjang banjir bandang dahsyat 2 detik permeter, namun ia menghiraukannya.
“AHAA… !!! :D” . sepertinya Imma telah mendapatkan ide Jenius untuk bisa mengeluarkan bengkuang itu. “Bismillaahhh,, Heuup ! Heuup ! Heuup !” Ternyata idenya tidak sejenius Alexander Grahambell, Imma melakukan gaya gravitasi layaknya atlet lompat jauh sedang dalam Turnamen ajang Asia Tenggara.
      “anak itu nampaknya sedang demam level 45 “ triani terus tertawa tak henti.
“Heyy Imma ! sampai janur kuning berubah menjadi pink pun bengkuang itu ga bakal keluar dengan loncatan-loncatan konyolmu itu ! hihihihi “. Gilar menambahkan dan terus memegang perutnya yang kesakitan karena over laugh.
“Diam ! “ erang imma.
Ia terus melakukan gerakan gaya gravitasinya di sekitar pohon bengkuang itu, mungkin ia berpresefsi dengan cara loncatan tersebut tanah akan tertekan dan mengalami pergeseran sehingga si bengkuang akan terdorong dengan gaya peristaltic yang akhirnya akan terhempas keluar, ya benar ilmu geografi dan Biologi yang ia gunakan. Dan tiba tiba——
BROOOSSS>>< !@#)~*%+_ !!! tidak disangka, tanah yang ia pijak merupakan bendungan feses alias sepiteng warga Nyingcet , Imma terperosok kedalam.
       “OH MY GOD !!! Help me please !” teriak Imma
Triani dan Gilar bergegas untuk menolong Imma di lubang murka asana.
      “Imma tenang Ok, cepat raih ranting ini ! “ siti berusaha keras menarik Imma yang terbujur kaku agar dapat keluar .
       “Ok Ok aku tenang ! tapi di dalam sini benar-benar menjijikan kau tau ! cepatlah keluarkan aku ! ”, Imma meringik didalam sana.
       “Imm bengkuangnya dapat kan ? kwkwkwkwk ”. Gilar tertawa terpingkal-pingkal melihat Imma 
“Gi aku mohon jangan becanda, bantu aku menariknya . Imm semalam kamu break diet ya, berat juga tubuh rampingmu ini, apakah tulangmu terbuat dari beton ? hah !”
     “Tri cukup !, ayo tarik rantingnya, aku tidak kuat dengan baunya Oh my God ! “
                                                                               ***
     Tim Sar Triani dan Gilar berusaha keras, akhirnya Imma dapat keluar dari lubang maut mematikan itu sekitar satu jam lamanya.
       “Mom Mimpi apa aku semalam ? “ Imma terus menangis dan meratapi sekujur tubuhnya yang di tutupi lumpur berkombinasi dengan feses alami yang bisa dijadikan pupuk untuk anggrek Nyonya Sarbo’ah.
       “hhhhmmm,, Ok sekarang kita back to home “. Usul Triani
“l agree with you ! lebih cepat lebih baik ”. sambil merapihkan pagar-pagar poninya yang saat itu tidak seperti pagar DPR yang sangat kokoh lagi, tetapi pagar rumah tuayang terkena musibah lumpur lapindo, yaaa begitulah kira-kira.

        12:34 WIB Mereka beranjak pulang. Tidak seperti biasanya suasana pada saat itu sangat hening sekali, tidak ada semburan-semburan bazoka dari Imma, tidak ada serangan-serangan roket tempur mematikan dari Triani, dan Gilarpun tidak memasang ranjau-ranjau durinya untuk Imma. Hhhmmm Gerakan Perubahan ! Lanjutkan ! dengan Hati Nurani Rakyat seperti itu nampaknya lebih baik.

       “Triani, bisakah kamu order sabun colek termahal sejagat raya? , kau hubungi mereka sekarang dan bilang pada mereka berapapun harganya akan ku bayar, seratus juta ? lima ratus juta ? seribu juta ? duratus ribu miliar juta? Pokonya akan aku bayar , camkan itu Tri !”
       “Ok ! tapi sepertinya tidak ada sabun untuk membersihkan feses setumpuk itu Imm,”
“AAAAAAAAaa… Triiii aku ga mau semua fansku mati konyol pasca bertemu dengan idolanya dengan dipenuhi lumpur berkombinasi feses masyarakat seperti ini,,, heuuheuuuheuuu, Tri aku nangis Tri, aku Nangis kamu bisa lihat air mataku ?”
      “sudahlah Imma Amalia Triana Susantoooo, trima saja takdirmu Ok, O’ia selamat ya, pangkat keputrianmu meningkat hari ini, bukan Putri Selokan but Putri Sepiteng Bergoyang! Kwkwkwkwkwk !
        “GIIIIIIILLLLAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRrrrrr……!!!!!!!!!!!!!!”
       Semua pohon di kebun tumbang, suara petir Imma mengakibatkan tanah tertekan dan mengalami pergeseran sehingga pohon-pohon terdorong dengan gaya peristaltic, ya benar ilmu geografi dan Biologi yang ia gunakan.


 The End....













 

0 komentar:

Posting Komentar